Sejarah Kesenian Rudat Khas Banten

Kesenian Rudat adalah suatu jenis alat Musik Tradisional dari Masyarakat Banten, tapi sayang seribu sayang alat musik ini sudah terbilang susah di temukan, akibat kurangnya minat para generasi muda untuk mempelajari alat musik ini.

Nah, pada kesempatan ini kita akan membahasa seputar alat musik Rudat ini yah, jadi jangan bosen untuk membaca artikel di blog ini.

Sejarah Kesenian rudat

adalah salah satu kesenian lokal di banten, Rudat adalah suatu jenis tarian yang di iringi oleh musik sama halnya seperti gamang kromong, bedanya Kesenian Rudat hanya menggunakan satu alat yaitu “Rudat” yaitu suatu jenis alat musik seperti .

Kesenian Rudat ini sudah ada pada zaman sebelum kesultanan banten, tapi pada masa perkembanganya Kesenian Rudat ini berkembang pesat pada zaman Kesultanan sultan ageng tirtayasa(1651-1683 M) dan penyebaranya pun hampir keseluruh wilayah banten pada saat ini, namun tari rudat juga menjadi kesenian tradisional di daerah jawabarat, lombok dan juga nusa tenggara barat, yang menjadi pembeda antara Rudat Banten dan Rudat di daerah lainya adalah alat musik yang di pakainya yaitu Rudat itu sendiri.


Alat Musik Rudat Khas Banten


Seni Rudat ini sejak 2018 telah dimasukkan ke dalam Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kesenian ini di baluti pekat nuansa islami terbukti dari syair-syair yang di lantunkan mengiringi Seni Rudat berisi tentang pujian-pujian kepada allah SWT dan sholawat kepada nabi muhammad SAW(biasa di kenal dengan Al-barjanji). 

Pengertian Rudat

Kata Rudat sendiri berasal dari bahasa arab yaitu”raudhoh” artinya adalah taman, sedangkan menurut beberapa tokoh(budayawan) nama Rudat tersebut di ambil dari nama alat musiknya yaitu Rudat(sebutan masyarakat). Seni Rudat banten biasanya di pentaskan oleh 12-24 orang, di bagi menjadi beberapa peran meliputi penabuh alat musik(jumlah nya relatif beda sesuai kelompok biasanya ada yang 6 sampai 15 orang), penari dan juga penyanyi, meski secara kaprah(umum) biasanya para pemain musik itu juga merangkap sebagai penyanyi atau pengucap zikir dan sholawat. Tetapi Rudat Banten dapat di pentaskan tampa di iringi oleh tarian.


Pementasan Rudat

Seni Rudat di pentaskan pada perayaan maulid nabi(muludan) dan hari besar islam lainya, tapi dalam perkembanganya Seni rudat juga di pentaskan dalam rangka menyambut tamu(biasanya tampa tarian), acara resepsi pernikahan, dan khitanan.

Seiring dengan perkembangan zaman kesenian rudat hampir tergusur oleh pekembangan teknologi dan digital di era ini, sulit sekali menemukan pementasan seni Rudat, grub seni Rudat orang- orang yang belajar pun sudah jarang di temukan, tapi masih bisa kita temukan di daerah cilegon.

Nah itulah bahasan kita kali ini mengenai Kesenian Rudat alat musik tradisional dari Banten, trimakasih sudah mengunjungi blog ini, dan jangan lupa untuk share artikel ini keteman-teman kalian yah, salam hormat dari saya

LihatTutupKomentar