Sejarah Masuknya Islam Di Tangerang

Sejarah masuknya islam di Tangerang memiliki banyak sumber tetapi sumber itu hanya sekedar asumsi belaka, seperti asumsi yang mengatakan penyebaran islam di tangerang diawali dengan dakwah syaikh mas masa’ad di kecamatan Cisoka dan kecamatan Solear pada tahun 1580-an namun usia Masjid Kali Pasir di kota Tangerang lebih tua dari pada dakwah syaikh Mas Masa’ad yaitu di bangun sekitar tahun 1560-an, begitu pula pada situs keramat panjang di kec. Pakuhaji usianya jauh lebih tua, lantas bagai mana proses masuknya islam di tangerang?


Berikut ini 2 teori masuknya islam di Tangerang:

1. Masuknya Islam Di Tangerang Melalui Teori Jalur Air

Pada teori ini islam masuk di Tangerang melalui jalur transportasi laut dan sungai, sebab sungai Cisadane di tangerang menjadi jalur transportasi air bagi masyarakat tangerang dan jalur Cisadane merupakan aliran dari Bogor dan Jakarta dan tembusannya sampai ke pantai. Banyak para pedagang maupun pendatang dari Sunda Kalapa yang singgah dan masuki Tangerang melalui jalur ini.

Baca juga :
Tokoh Penyebar Islam di Tangerang

Di daerah Jakarta sendiri sudah ada islam dari abad ke 8, bukti pendukungnya adalah sebuah bangunan masjid tampa atap model karbela di Kali Besar yang sekarang tinggal mihrab nya saja, begitu juga sengan masjid kaum saman yang di bangun sekitar abad ke 9 di pulau Kelor Kepulauan Seribu (pola melingkar, sama halnya dengan masjid di Bukit Siguntang dan di Luwu), yang selama ini di klaim sebagai benteng portugis. 
Sejarah Masuknya Islam Di Tangerang


Begitu pula dengan penemuan Raflash yang menemukan 2 Kitab yang mengajarkan syariat islam yang ditulis pada abad 9 oleh Laid Abu Nasr Bin Ibrohim As-samarkandi atau orang betawi memanggilnya dengan nama Mualim Teko.


Baca juga :
Mpok Ris, Pahlawan Tanggerang

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa penyebaran syariat islam sudah ada di pulau Jawa khususnya di daerah Jakarta jauh sebelum masa Wali Songo dan kesultanan islam di pulau Jawa.

Dari daerah Jakarta itulah penyebaran syariat islam sampai ke daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Tangerang. Seperti halnya Pulau Kelor yang sudah ada Masjid dari abad 9 dan jarak pulau kelor cukup dekat dengan pantai tj Pasir dan tj Kait, bahkan lebih dekat dibandingkan dari ancol, dan islam masuk Tangerang di awali dengan masuknya para pedagang dan pendatang dari Jakarta ke pesisir laut tangerang yaitu dari pantai tanjung Pasir sampai ke pantai tanjung Kait bukti pendukungnya yaitu makam syaikh maghribi di Rawa Saban, situs makam keramat panjang di Suka Wali, dan makam mak Datu di tanjung kait, dari ketiga makam itu lokasinya di pesisir pantai. Bukan hanyamelalui pantai-pantai tetapi para pendatang dari jakarta juga melalui aliran sungai Cisadane.

Bac Juga :

Di pinggiran sungai Cisadane terdapat peninggalan bangunan masjid tertua di Tangerang yaitu masjid Kali Pasir konon masjid itu awalnya adalah sebuah tapak tilas pangeran kahuripan dari Padjajaran dan di dirikan masjid di sana pada tahun 1560-an
Sejarah Masuknya Islam Di Tangerang

Masuknya Islam Di Tangerang Melalui Teori Jalur Darat

Bukan hanya di Jakarta islam masuk abad ke 8 tetapi di Banten islam masuk pada abad ke 8 jauh sebelum kesultanan Banten itu ada bukti dari pendapat itu adalah bangunan masjid tua di Banten yang di berinama masjid Pecinan, masjid ini di bangun sekitar abad ke 8 karna bentuk masjidnya adalah pola karbela tampa atap serta atap terpisah dan ada mihrobnya, bentuk masjid ini sama dengan bentuk masjid di Kali Besar Jakarta, di Luwu dan di Lamuri, masjid pecinan menjadi bukti bahwa islam sudah masuk ke banten pada abad 8. 
Sejarah Masuknya Islam Di Tangerang

Dari sinilah islam terus menyebar di daerah Banten sampai ke daerah Tangerang yang berbatasan dengan kab. Serang.

Begitu juga dakwah penyebaran islam di Jakarta mengalami perkembangan pesat sampai ke perbatasan Jakarta dan Tangerang hingga memasuki daerah Tangerang.



Itu lah 2 teori masuknya islam di Tangerang yang berdasarkan sumber buku Kronologi Kedatangan Islam di Indonesia dan Memori Jakarta karya Ridwan Saidi.Trimakasih sudah mengunjung situs kami. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita terhadap Sejarah. 
LihatTutupKomentar