Sultan Ageng Tirtayasa, Sejarah Dan Kejayaanya

Sultan Ageng Tirtayasa, Sejarah Dan Kejayaanya
Lukisan Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa adalah Sultan Banten Ke 5 menggantikan kakenya yaitu sultan Abdul Mufakir, beliau juga diangkat menjadi Pahlawan nasional pada tanggal 1 agustus 1970 yang di tetapkan melalu surat keputusan Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970 atas jasanya dalam mengusir para penjajah.

Nah, lantas bagai mana sejarah lengkap Sultan Ageng Tirtayasa ini, mari kita bahas dari sejarah, membawa Banten mencapai puncak kejayaan hingga wafatnya.

1. Sejarah Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa memiliki gelar Pangeran Surya , ayahnya bernama Abu Al-ma’ali Ahmad, sultan Ageng Tirtayasa adalah cucu dari Sultan Abdul Mufakhir, ia naik tahta menjadi Sultan Banten menggantikan kakenya, disusia 20 tahun pada tahun 1651 yang mana sebelumnya ia diangkat menjadi Sultan Muda bergelar Pangeran Adipati.

Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta di Kesultanan Banten pada tahun 1651 - 1683. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Kala itu, diterapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten oleh pihak VOC, lalu Sultan Ageng Tirtayasa menolak perjanjian tersebut dan menetapkan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa mempunyai ambisi untuk menjadikan kesultanan Banten menjadi sebuah kerajaan Islam terbesar di nusantara.

2. Membawa Banten Mencapai Puncak Kejayaan

Di masa Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan, puncak kejayaan Banten terdiri dari:

  • Bidang Ekonomi


Pada bidang ekonomi, di masa Sultan Ageng Tirtayasa berupaya meningkatkan kemakmuran rakyat dengan cara membuka persawahan baru dan mengoptimalkan fungsi irigasi. Selain Hal tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa juga berhasil melakukan monopoli perdagangan di Bengkulu.


  • Bidang Politik dan Kekuasaan



Pada bidang ini Sultan Ageng Tirtayasa melakukan invansi kebeberapa daerah dan berhasil melakukan monopoli perdagangan di Bengkulu dan pada 1661 Sultan Ageng Tirtayasa mengirim armada laut yang besar untuk melakukan invansi ke Kerajaan Tanjung Pura di Kalimantan, dan berhasil menaklukanya.

3. Terjadi Perang Saudara

Ketika terjadi perebutan kekuasaan antara kedua anaknua yaitu Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda melakukan politik adu domba  dengan strategi bersekutu dengan Sultan Haji dengan tujuan melengserkan Sultan Ageng Tirtayasa dari jabatanya.

Memgetahui anaknya yaitu Sultan Haji bekerja sama dengan pihak VOC membuat sultan Agen Tirtayasa naik pitam, dia marah besar kepada anaknya Hingga suatu ketika Sultan Ageng Tirtayasa menyerang pasukan Sultan Haji di keraton Sorosowan, Belanda tidak tinggal diam langsung menolong Sultan Haji danmengirim bantuan berpa pasukan yang dipimpin oleh seorang bernama Kapten Tack dan Saint-Martin.

Peperangan sengitpun terjadi, tetapi dalam perang ini Sultan Ageng Tirtayasa Mengalami kekalahan

4. Wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa

Setelah terjadi perang saudara, puncaknya pada tahun 1683, Sultan Ageng mengalami kekalahan dan tertangkap lalu di penjarakan di Benteng Speelwijk kemudia di buang dan dipenjarakan di Batavia. Sultan Ageng Tirtayasa meninggal dunia dipenjara Batavia.

Mengenai makam sultan Ageng Tirtayasa terdapat perbedaan pendapat, ada yang mengatakan Makamnya berada di sebelah Utara Kompleks Masjid Agung Banten, dan juga yang berpendapat Makamnya di daerah Tirtayasa, daerah yang menggunakan nama Beliau, tetapi pendapat Tersebut di Bantah karena Makam di Kecamatan Tirtayasa bukan lah makam dari sultan Ageng Tirtayasa, melainkan itu hanyalah sebuah pertilasan belak, tidak ada yang tau secara pasti di mana Sultan Ageng Tirtayasa dimakamkan, yang di ketahui beliau di kirim ke penjara di Batavia pada sekitar tahun 1683.



Inilah sedikit sejarah tentang Sultan Ageng Tirtayasa yang menjadi pahlawan nasional, mudah-mudah dapat bermanfaat bagi kita semua, silahkan share keteman-teman anda agar mereka tau akan sejarah, Terimakasih sudah mengunjungi Blog ini.



LihatTutupKomentar