July 14, 2020

Sejarah Lengkap Prabu Siliwangi Yang Asli

Sejarah Lengkap Prabu Siliwangi Yang Asli
Lukisan Prabu Siliwangi

Perabu Siliwangi, merupakan salah satu raja dari Kerajaan Sunda paling terkenal, ia dikenal sebagai raja yang memiliki kesaktian luar biasa, bahkan banyak rumor yang beredar jika Prabu Siliwangi telah mencapai tingkat Moksa dan masih hidup sampai sekarang.

Digambarkan pada cerita Babat Tanah Sunda dan Babad Cirebon, Prabu Siliwangi menikah dengan seorang bernama Nyimas Subang Larang yang merupakan santri dari Syaikh Quro Karawang, dari pernikahanya, ia dikaruniai tiga orang anak yaitu : Walangsungsang, Rara Santang, dan Kian Santang. Yang terkenal dengan kesaktian Prabu Kian Santang

Meskipun Prabu Siliwangi sangat dikenal oleh masyarakat pulau Jawa bagian Barat, tetapi sumber-sumber yang menceritakannya sangat sedikit, tak jarang banyak sekali cerita tentangnya yang dibuat-buat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mungkin pada artikel ini saya akan menceritakan Prabu Siliwangi berdasarkan kutipan dari Wikipedia dan beberapa buku lainya.

Sejarah Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi berdasarkan kutipan dari Wikipedia, ia bernama asli Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja, yang merupakan anak dari Prabu Dewa Niskala yang merupakan anak dari Mahaprabu Niskala Wastu Kencana yang merupakan raja di Pajajaran.

Prabu Siliwangi Lahir di Kawali Ciamis pada tahun, Dalam prasasti Batutulis, Sri Baduga atau Prabu Siliwangi dinobatkan menjadi raja sebanyak dua kali, yaitu diawali dengan menjadi raja di kerajaan Galuh pada 1482-1521, ketika ayahnya Prabu Dewa Niskala turun tahta.

Kemudian Prabu Siliwangi kembali naik tahta di kerajaan Pakuan Bogor dari mertua sekaligus pamanya yaitu Prabu Susuk Tunggal anak dari Mahaprabu Niskala Wastu Kencana, setelah menjadi raja di Galuh dan Pakuan, menandakan Prabu Siliwangi menjadi penguasa ditataran Sunda dengan gelar Sri Baduga Maharaja, atau Sri Sang Ratu Dewata.

Salah Satu Kebijakan Prabu Siliwangi adalah meminta bantuan Portugis untuk membangun Pelabuhan Sunda Kalapa, sebab pelabuhan sebelumnya mengalami banjir rob dan hancur.

Ditanah Sunda Sri Baduga lebih akrab dipanggil Prabu Siliwangi, didalam catatan semasa yang ditulis pada 1518 nama Siliwangi tercatat sebagai Maharaja Pakuan, banyak lakon yang menceritakan kehidupanya, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan salah satunya adalah :

Apa Raja Pakuan bernama asli Prabu Siliwangi?

Kalo Siliwagi itu adalah nama samaran lantas siapa nama aslinya?

Apa arti nama Siliwangi?

Nah kita akan bahas pertanyan tersebut satu per satu.

Arti Nama Siliwangi

Siliwangi diambil dari kata Silih dan Wawangi, yang memiliki arti pengganti Prabu Wangi, hal ini tertera didalam Pustaka Rajyarajya I Bhumi Nusantara yang mengatakan Sri Baduga dianggap sebagai pengganti Prabu Wangi oleh orang-orang Sunda.

Terjadi perbedaan pendapat antara orang sunda dengan fakta sejarah, Pangeran Wangsakerta sang penulis Sejarah Nusantara menganggap Prabu Wangi adalah Maharaja Linggabuana yang gugur saat Perang Butat, sedangkan Penggantinya adalah Niskala Wastu Kencana, bukan Sri Baduga(Prabu Siliwangi) dan kemudian Wastu Kencana bergelar Prabu Wangisutah.

Didalam Cerita Parahiyangan menyebutkan Mahaprabu Niskala Wastu Kencana sebagai “Seuweu” Prabu Wangi, kemudian digantikan oleh Sri baduga yang menjadi Silihwangi atau pengganti Wangi. Sementara ayah Prabu Siliwangi yaitu Dewa Niskala hanya berkuasa di Galuh tidak pernah menggantikan ayahnya yaitu Niskala Wastu. Sedangkan untuk Prabu Siliwangi ia berkuasa di Galuh dan Pakuan, oleh karena itu ia mendapat gelar Maharaja sama sepertu kakeknya Niskala Wastu Kencana.

Menurut Amir Sutaarga (1965), Sri Baduga dianggap pengganti Prabu Wangi Wastu Kencana maka munculah istilah SiliWangi atau Pengganti Prabu Wangi, dalam hal ini si tukang babad berulah kembali dengan mengangap bahwa pergantian raja langsung dari ayah kepada anaknya, maka mereka menganggap Prabu Siliwangi merupakan anak dari Mahaprabu Wastu Kencana.

Istri-istri Prabu Siliwangi

Sepertihalnya raja-raja pada umumnya memiliki istri lebih dari satu, Prabu Siliwangi memiliki empat orang istri diantaranya yaitu :

Nyai Ambet Kasih

Sewaktu muda Sri Baduga dikenal sebagai pengembara dan pendekar yang gagah berani dan memiliki kesaktian luar biasa, Istri Pertamanya adalah Nyai Ambetkasih Putri dari Ki Gedeng Sindangkasih yang merupakan Pamanya sendiri. Ki gendeng adalah anak dari Mahaprabu Niskala Wastu Kencana, ia berkuasa di Kerajaan Surantaka yang beribu kota di Desa Kedaton. Saat Mertuanya wafat maka Sribaduga atau Prabu Siliwangi menggantikanya.

Nyai Subang Larang

Kemudian Prabu Siliwangi dalam suatu perjalanan ia menyamar sebagai Keukeumbingan Rajasunu, dan berhasil memenangkan persaingan dalam merebutkan Nyai Subang Larang Putri dari Ki Gedeng Tapa, setelah mengalahkan Prabu Amuk Marugul putra Prabu Susuktunggal anak Niskala Wastu Kencana dari kerajaan Japura.

Ada juga yang mengatakan Nyai Subang Larang adalah istri pertama Prabu Siliwangi, konon katanya Subang Larang beragama Islam dan merupakan santri dari Syaikh Quro karawang, ada pula yang mengatakan Subang Larang adalah putri dari Syaikh Quro, yang jelas dari semua pendapat mengatakan bahwa Subang Larang beragama Islam, namun apakah benar demikian?.

Dari Pernikahanya itu, Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang dikarunia dua putra dan satu putri, yaitu : Walang Sungsang, Rara Santang, dan Kian Santang, sebagai mana yang telah diketahui secara umum, bahwa Rara Santang merupakan ibu dan Sunan Gunung Jati, yang merupakan salah satu Wali Songo, dan memiliki anak bernama Hassanuddin yang kemudian menjadi raja di Kesultanan Banten.

Nyai Kentring Manik

Setelah persaingan dengan Prabu Amuk Marugul selesai, ia baru menyadari bahwa Keukeumbingan Rajasunu tak lain merupakan Prabu Siliwangi, maka Amuk Marugul mengantarkanya menemui ayahnya Prabu Susuktunggal dari Kerajaan Sunda Bogor, Ia menjodohkan Prabu Siliwangi dengan putrinya yaitu Nyai Kentring Manik Mayang Sunda.
Dari Pernikamya dengan Nyai Kentring Manik.

Dari pernikahanya dengan Nyai Kentring Manik dikaruniai anak bernama Sanghyang Surawisesa dan Sang Surasowan, konon Surawisesa akan menggantikan Prabu Siliwangi di Pakuan Pajajaran dan Surasowan menjadi adipati di Banten Girang, Sang Surosowan Memiliki anak bernama Adipati Arya Suryajaya dan Putri bernama Nyai Kawung Anten, yang nantinya akan menikah dengan Sunan Gunung Jati Putra Rara Santang dan memiliki Putra bernama Hasanuddin.

Nyai Rajamantri

Istri ke empat Prabu Siliwangi bernama Rajamantri Putri Prabu Gajah Agung anak Prabu Tajimalela anak dari Prabu Aji Putih, kemudian Tajimalela mendirikan Kerajaan Sumedang Larang atas perintah dari Prabu Suryadewata pada abad ke 9 M.

Agama Prabu Siliwangi

Banyak beredar rumor bahwa Prabu Siliwangi, beragama Hindu berdasarkan cerita babad, dan ada pula yang berpendapat Prabu Siliwangi beragama Islam, namun benarkah pendapat-pendapat tersebut?

Orang yang berpendapat Prabu Siliwangi beragama Islam berdasarkan cerita Babad yang menceritakan pernikahan Prabu Siliwangi dengan Subang Larang yang diyakini beragama Islam dan merupakan Santri Syaikh Quro Karawang.Tentu saja cerita Babad hanyalah dongeng belaka, dan tidak bisa dijadikan rujukan sumber sejarah.

Menurut mereka yang berpendapat Prabu Siliwangi beragama Islam, ada catatan didalam Nasjah Kitab Carita Purwaka Caruban, di tulis oleh Arya Carbon pada abad 18 M, ia mengakatan jika Prabu Siliwangi menikahi Nyi Mas Subang Larang, sejatinya harus masuk Islam sebagai syaratnya.

Kemudian mereka berpendapat kembali bahwa didalam Prasasti Batu Tulis Bogor tertulis gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji Di Pakuan Pajajaran, kemudian mereka menyimpulkan bahwa gelar Haji tersebut merupakan gelar seorang muslis yang telah menunaikan ibadah haji di Makkah.

Lalu dari beberapa banyak Seminar Sejarah, menyimpulkan Prabu Siliwangi sebagai seorang mualaf, salah satunya adalah Seminar Sejarah Jawa Barat yang digelar di Sumedang pada tangga 2-23 Maret 1974, dengan alasan Prabu Siliwangi telah menikahi Nyimas Subang Larang.Ada pula seminar Nasional Sastra dan Sejarah Pakuan Pajajaran yang diadakan oleh Universitas Pakuan Bogor pada tahun 1993 terdapat kesimpulan Prabu Siliwangi Beragama Islam

Kesaktian Prabu Siliwangi

Ilmu Kesaktian Prabu Siliwangi sudah tidak diragukan lagi, bagi masyarakat Jawa Barat mengenal Prabu Siliwangi sebagai sosok Maharaja yang sakti mandraguna, salah satu legenda mengatakan Prabu Siliwangi memiliki khodam atau pengawal yang berasal dari golongan Jin berbentuk maung bodas atau macan putih.

Keberadaan Pengawal berbentuk Macan Putih disamping Prabu Siliwangi telah mengakar disetiap pemikiran Masyarakat Sunda, konon Prabu Siliwangi mendapatkan pengawal Maung Bodas dari memenangkan pertempuran sengit antara keduanya.

Pertarungan tersebut berawal dari pengembaraan Prabu Siliwangi, lalu ia beristirahat di Curug Sawer, tampa diduga ia diserang oleh sekawanan macan putih bangsa jin yang akan menerkamnya, tetapi prabu berhasil mengalahkan sekawanan maung bodas tersebut. Kemudian terjadilah pertarungan antara Prabu Siliwangi dengan Raja Maung Bodas, dan dimenangkan oleh prabu.

Nama-nama ilmu yang dimiliki Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi dikenal oleh Masyarakat Jawa Barat memiliki ilmu Macan Putih, namun selain ilmu tersebut terdapat pula beberapa ilmu yang dimiliki Prabu.Kesaktian apa saja yang dimiliki Prabu Siliwangi?
Berikut ini penjelasanya:
  • Ajian Tapak Sancang
  • Ajian Braja Musti
  • Ajian Tapak Geni
  • Ajian Halimun Geni
  • Ajian Lembu Sekilan
  • Ajian Kekebalan
Selain ajian-ajian tersebut, masih banyak lagi Kesaktian prabu Siliwangi, termasuk kesaktian dari Pusaka Kujang, yang sekarang menjadi ikon kota Bogor, konon katanya setiap raja-raja Sunda memiliki pusaka kerajaan berbentuk Kujang.

Makam Prabu Siliwangi

Letak Makam Prabu Siliwangi

Pertanyaan dimana letak makam Prabu Siliwangi yang asli, maka anda akan lebih sering mendapatkan jawaban : tidak ada makam Prabu Siliwangi yang asli sebab ia telah moksa, atau masih hidup dan menyerupai bentuk orang lain atau semacamnya. Prabu Siliwangi telah Moksa menjadi kepercayaan banyak masyarakat Jawa Barat.

Lantas dimanakah letak Makam Prabu Siliwangi?

Dari sudut pandang sejarah maka hal semacam itu tidak bisa diterima, sebab tidak ada bukti pendukung Prabu Siliwangi telah Moksa, banyak diantara para sejarawan berpendapat Makam Prabu Siliwangi terletak di Puncak Gunung Salak Bogor. Alasan Para ahli berpendapat demikian, karena dipuncak Gunung Salak Bogor terdapat komplek makam kuno yang diyakini sebagai makam para raja Sunda termasuk Prabu Siliwangi. 

Seperti yang dikatakan oleh Ridwan Saidi bahwa Prabu Siliwangi penganut agama monotisme ortodoks, yang mana para penganut monotisme ortodoks biasanya membangun komplaks pemakaman ditempat yang tinggi, salah satunya adalah Puncak Gunung Salak. Selain Ridwan Saidi, banyak para sejarawan lainya yang sependapat denganya.

Lokasi Makam berada dipuncak Gunung Salak Bogor, dan untuk mencapai kesana pengunjung harus menempuh perjalanan melewati anak tangga, memang cukup melelahkan namun ketika anda telah sampai disana rasa lelah tersebut akan sirna ketika melihat pemandangan situs sejarah kuno.

Nah itulah sejarah Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, semoga bermanfaat...