Biografi Singkat Muhammad Yamin

Biografi Singkat Muhammad Yamin

Biografi Muhammad Yamin, Peran Muhammad Yamin


Muhammad Yamin adalah salah seorang tokoh Sumpah Pemuda dimana ia berperan penting dalam pristiwa tersebut, beliau juga ikut merumuskan Pancasila sebagai falsafah negara.


How about a brief biography of muhammad yamin?


Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas prihal tersebut, sekaligus peran penting beliau dari menjadi tokoh sumpah pemuda sampai dengan merumuskan Pancasila.


Muhammad Yamin lahir pada tanggal 23 Agustus 1903 di Sawahlunto, Sumatra Barat. dia menikahi seorang gadis bernama Raden Ajeng Sundari Mertoatmadjo dan memiliki beberapa anak salah satunya yakni Rahadijan Yamin.


Riwayat pendidikan Moh. Yamin dari sekolah dasar sampai bisa menyelesaikan pendidikanya di sekolah tinggi, di zaman penjajahan hal tersebut sangat jarang bisa dilakukan oleh seseorang dari golongan menengah kebawah seperti Yamin.


Pada masa kecil, beliau ini diberikan pendidikan agama dan atad minang, yah memang hal ini dikarenakan keluarga Yamin adalah keluarga yang berlatar belakang agama dan adat-istiadat yang kuat.


Dia bisa dikatakan seorang yang beruntung bisa mengenyam jenjang pendidikan di sekolah tinggi dibagian ilmu sastra. Dia sempat masuk sekolah Hollands Inlands School (HIS) di Palembang, kemudian bergabung menjadi peserta khusus di Lembaga Pendidikan dan Pertanian Cisarua,, Bogor.


Tidak hanya itu, Mohammad Yamin juga tercatat pernah menjadi siswa di Algemene Middelbare School (AMS) atau sekolah menengah umum di Yogyakarta setelah lulus dari Cisarua Bogor, kemudian dilanjutkan di HIS Jakarta.

Peran Ahmad Soebardjo
Di Algemene Middelbare School dia menjalani pendidikanya selama kurang lebih 5 tahun, sebetulnya disini dia sedang menyiapkan dirinya untuk mempelajari sastra timur di Leiden, Belanda.


Di AMS Dia mempelajari bahasa Yunani, mendapatkan bantuan dari Pastor-pastor di sana, kemudian beliau juga mempelajari bahasa Latin dengan bantuan dari Prof. H. Kraemer dan Ds. Backer.


Setelah lulus dari AMS Yogyakarta, Moh. Yamin bersiap melanjutkan pendidikan nya ke Leiden, tetapi sebelum berangkat dia mendapatkan kabar duka bahwa ayahnya di Sawahlunto meninggal dunia, akubatnya ia mengurungkan niatnya untuk pergi ke Belanda.


Moh. Yamin terpaksa membatalkan keberangkatan nya, sebab warisan peninggalan ayahnya hanya cukup membiayai hidupnya selama 5 tahun di negeri Eropa, sedangkan untuk mempelajari kesusastraan timur memerlukan waktu 7 tahun.


Akhirnya dengan terpaksa Beliau melanjutkan kuliahnya di Recht Hogeschool (RHS) di Jakarta, ia berhasil lulus pada tahun 1932 dan mendapatkan gelar Messter in de Rechten atau Sarjana Hukum.

Biografi Bung Tomo
Sebelum dia menjadi sarjana Hukum, Dia adalah pemuda yang ikut berperan aktif di berbagai organisasi, sebagai anak muda yang kritis dan progresif dia ikut berkontribusi dalam Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda.


Adapun riwayat organisasi yang pernah diikuti oleh Mohammad Yamin adalah, Jong Sumatra Bond(Pemuda Sumatra) ditahun 1926-1928, kemudian setelah tamat sekolah tinggi dia masuk organisasi Partindo dari 1932-1938.


Adapun riwayat Karir atau pekerjaan Mohammad Yamin adalah sebagai berikut:

  • Anggota Volksraad (Dewan Perwakilan Rakyat) di Partindo
  • Menteri Kehakiman (1951
  • Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan (1953–1955)
  • Ketua Dewan Perancang Nasional (1962)
  •  Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961–1962)


Dilihat dari riwayat hidup Mohammad Yamin dari segi pendidikan dan juga politik, dia adalah seorang yang keritis dan Ideologis, meskipun mengenyam pendidikan barat namun Nasionalismenya sunggu tidak bisa diragukan lagi.


Ditambah lagi pendidikan agama yang ia dapat dimasa kecil yang berguna untuk memperkukuh keyakinan dan tidak terpengaruh budaya asing.


Di tahun 1928 bertepatan dengan lahirnya Sumpah Pemuda, Beliaum menerbitkan  buku sastranya yang berjudul Indonesia, Tumpah Darahku dan berisi tentang kumpulan sajak-sajak karyanya.


Dalam sajak tersebut Yamin menanyikan lagi kebesaran dan keagungan Nusantara, baik dari segi sejarah suku dan adat-istiadat yang ada dari semenjak kerajaan kuno Sriwijaya, Majapahit, Samudera Pasai terlukis indah dalam sajak nya.

Biografi Ir. Soekarno
Beliau juga menjadi motivator kepada anak muda untuk mencintai bangsa dan sastra, menurutnya mencintai sastra ada kolerasinya dengan patriotisme maka dalam rasa patriotismenya ditumbuhkan melalui pengembangan sastra Indonesia.


Tetapi setelah Indonesia Merdeka dia lebih cenderung terlibat aktif dalam dunia Politik, perlahan dia meninggalkan lapangan sastra, adapun karya sastra dari Mohammad Yamin adalah sebagai berikut:

  • Ken Arok san Ken Dedes(1943)
  • Kalau Dewi Tara Sudah Berkata(1932)
  • Indonesia, Tumpah Darahku
  • Julius Caesar (1952)
  • Menantikan Surat dari Raja Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga.
  • Dan masih banyak lainya


Selain terkenal sebagai seorang Sastrawan, Mohammad Yamin juga dikenal sebagai Sejarahwan, dia menggemari Sejarah Nasional, Sehingga ia menulis buku sejarah berjudul Gadjah Mada (1946 dan Pangeran Diponegoro (1950)



Pada tanggal 17 Oktober 1962 pada usia ke 59 tahun Mohammad Yamin meninggal dunia di Jakarta


Post a Comment for "Biografi Singkat Muhammad Yamin"