Biografi Tokoh Sumpah Pemuda

Tokoh Sumpah Pemuda Dan Peranya

Biografi Tokoh Sumpah Pemuda, Tokoh Sumpah Pemuda, Biografi Tokoh Sumpah Pemuda dan Peranya
Tokoh Sumpah Pemuda


13 Tokoh Sumpah Pemuda adalah sekumpulan orang-orang hebat yang berhasil mencetuskan teks atau naskah pengucapan sumpah para pemuda yang kemudian melahirkan Bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia sebagai satu kesatuan.


Seluruh tokoh Sumpah pemuda berasal dari berbagai macam daerah, suku dan ras masing-masing, mereka semua mewakili daerah asalnya, sesuai dengan makna bineka tunggal ika meskipun berbeda-beda namun tetap satu tujuan.


Para tokoh ini adalah kebanyakan para pumuda yang tergabung dalam organisasi pemuda Indonesia mereka semua bersatu atas rasa nasionalis untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.


Nah artikep ini saya akan membagikan kumpulan Biografi Tokoh Sumpah Pemuda yang berjumlah 13 orang beserta fotonya masing-masing, jadi simak baik-baik yah.


1. Mohammad Yamin


Moh. Yamin berperan sebagai pencetus kongres pemuda ke dua dengan bertugas sebagai sekretaris dalam acara tersebut. beliau berasal dari Jong Sumatranen Bond (Organisasi Pemuda Sumatra).


Mohamad Yamin juga berperan besar dalam menyusun teks sumpah pemuda yang dikenal dan dihafalkan sampai saat ini.


Moh. Yamin lahir pada tanggal 23 Agustus 1903 di Talawi, Sawah Lunto, Sumatra Barat, ayahnya bernama Usman Baginda Khotib sedangkan Ibunya bernama Siti Saadah dari Padang Panjang.


Beliau menempuh jenjang pendidikan dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Palembang, setelah lulus ia melanjutkan sekolah di Middelbare School (AMS) Yogyakarta.


Sewaktu di AMS ia memiliki minat terhadap pelajaran Sejarah Purbakala dan gemar mempelajari bahasa Yunani, Latin dan Kaei, jadi wajar saja jika ia terkenal sebagai sejarawan.

Biografi Sayuti Melik Singkat
Sayangan selulusnya dari sana, beliau tidak dapat melanjutkan kuliah ke Leiden, Belanda, disebabkan ayahnya meninggal dunia, maka ia pun melanjutkan pendidikanya di Rechtshoogeschool te Batavia(Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta) sekarang namanya berubah menjadi Fakultas Hukum Universitas Indonesia.


Moh. Yamin sekolah disana sampai lulus dan mendapatkan gelar Meester in de Rechten (Sarjana Hukum) di tahun 1932.


2. Sugondo Joyopuspito


Sugondo memiliki peran penting dalam pristiwa sumpah pemuda, jelas saja itu karena ia merupakan seorang pimpinan pada kongres pemuda II.


Sugondo Joyopuspito lahir pada tanggal 22 Februari 1905 bapaknya bernama Kromosardjono yanh berprofesi sebagai Mantri Juru Tulis Desa di Kota Tuban, Jawa Timur.


Dimasa kecilnya Ibu Sugondo mengalami sakit berat sampai meninggal dunia, kemudian ayahnya menikah lagi dan pindah ke Brebes Jawa Tengah sampai menduduki jabatan Kepala Desa disana.


Namun disini Sugondo dan adiknya justru diangkat anak oleh pamanya yang bernama Hadisewojo yang merupakan seorang collecteur dari Blora.


Bapak Hadi ini tidak memiliki anak kandung, namun ia mengadopsi 4 orang anak, yakni Sugondo dan adiknya, kemudian Surdjati dan Sumijati, keduanya merupakan anak dari masing-masing sepupunya yang bernama Ny. Brotoamidjo dan S. Soekadji.


Semua anak angkatnya itu sebetulnya adalah keponakannya sendiri, mereka masih memiliki hubungan kekerabatan baik dari bapak maupun ibunya.


Paman Sugondo ini yang membiayai sekolah nya dari semenjak di HIS sampai di RH Batavia, bahkan semua anak angkatnya pak Hadi disekolahkan dengan layak.


3. Djoko Marsaid


Djoko memegang peranan penting dan tercatat didalam sejarah sumpah pemuda, yakni ia menjadi wakil ketua dalam Kongres Pemuda II, Joko berasal dari perwakilan Jong Java.

Biodata Ahmad Soebardjo
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Djoko Marsaid memiliki nama asli Tirtodiningrat, untuk Biografi Tokoh Sumpah Pemuda yang satu ini memang lah tidak banyak informasi yang bisa kita dapatkan.


Saya sendiri sudah menelusuri tentang Biodata Djoko Marsaid dari internet, maupun menanyakan kepada para member di berbagai grub sejarah Facebook, namun pencarian saya tidak membuahkan hasil.


4. Wage Rudolf Supratman


Ada yang kenal sama beliau? Iya dia adalah WR Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya, ia adalah tokoh pemuda yang ikut serta didalam kongres pemuda II, saat itu ia mempersembahkan sebuah lagu yang sampai saat ini ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan Indonesia.


W.R Soepratman lahir pada tanggal 09 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Timur. Dia ini adalah anak ke 7 dari 9 bersaudara, ayahnya bernama Djoemeno Senen Sastrosoehardjo dan Ibunya bernama Siti Senen.


Pada tahun 1924 beliau pindahbke Makassar mengikuti kak sulungnya Roekijem dan sekolah disana dibiayai Willem Vam Eldik.


Supratman lalu belajar bahasa Belanda sampai tiga tahun disana, kemudian melanjutkan sekolah di Normaalschool, Makassar sampai selesai, lalu ketika berusia 20 tahun ia menjadi guru dan mendapatkan ijazah Klein Ambtenaar.


W.R Soepratman meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya, Jawa Timur, atas semua jasanya maka ia diberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia.


5. Soenario Sastrowardoyo


Soenario Sastrowardoyo adalah seorang pengacara dia orang paling berjasa melindungi para tokoh kemerdekaan, didalam Kongres Pemuda II Sunario berkesempatan untuk menyampaikan pidato.


Sunario juga berperan sebagai pembicara dan penasehat dalam perancangan teks sumpah pemuda. 


Soenario Sastrowardoyo adalah kakek dari Dian Sastro, lahir pada tanggal 28 Agustus 1902 di Madium, Jawa Timur, ayahnya bernama Sutejo Sastrowardoyo mantan wedana di Uteran dan Ibunya bernama Suyati Kartokusumo.


Sunario menikahi gadis asal Minahasa, mereka bertemu disaat Kongres Pemuda 1928, kemudian ia wafat pada tahun 1997 di RS Medistra Jakarta.


6. Amir Syarifudin


Amir Syarifudin seorang tokoh Sumpah Pemuda yang menjadi perwakilan dari Jong Bayak, ia berperan sebahai Bendahara didalam Kongres Pemuda II, dia juga aktif sebagai aktivis anti penjajahan Jepang, bahkan sampai terancam dihukum mati.


Amir Syarifudin Lahir di Kota Medan, Sumatra Utara pada tanghal 22 April 1907, Ayahnya bernama Djamin yabg berprofesi sebagai jaksa di Medan, sedangkan Inunya bernama Basunu Siregar.


Keluarga Amir telah berbaur dengan orang Melayu di Deli, ayahnya yang merupakan keturunan dari Kepala adat Pasar Matanggor, Padang Lawas, Tapanuli.


Amir Syarifudin lahir dari kalangan keluarga Aristokrasi, dari keluarga yang mapan disertai kecerdasanya, Amir mampu mengenyam jenjang pendidikan di sekolah elit.


Ia pernah sekolah di Haarlem dan Leiden, Belanda, disana ia belajar Filsafat barat dan timur dibawah bimbingan Theosophical Society.


7. Sarmidi Mangunsarkoro


Sarmidi berperan sebagai pembicara dalam Kongres Pemuda II, dia membicarakan tentang masalah pendidikan para pemuda, yang mana poin yang disampaikanya adalah anak muda Indonesia harus mendapatkan pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan.


Sarmidi adalah pembicara pada Kongres Pemuda II. Dia dan dan satu temanya bernama Poernomowoelan membicarakan masalah pendidikan bagi para pemuda. Yang mana poinnya adalah bahwa pemuda Indonesia wajib mendapatkan pendidikan yang lahak, serta nilai-nilai kebangsaan


8. Sie Kong Liong


Sie Kong Liong bisa dikatakan dia memiliki jasa besar pada Kongres Pemuda II. Kalian pernah berfikir atau bertanya tempat acara itu digelar dimana? yah jawabanya di kediaman Sie.

Biografi Bung Karno Singkat
Sekarang kediaman Sie telah diubah menjadi Museum Sumpah Pemuda, untuk biografi tokoh Sumpah Pemuda yang satu ini, kami memohon maaf tidak bisa menyampaikanya.


Hal itu dikarenaka terbatanya informasi tentang Biografi Sie Kong Liong, jadi apabila kamu mengetahuinya bisa komen dibawah, nanti tulisan kalian akan kami pajang di artikel ini.


9. Kartosoewirjo


Kartosoewirjo teman Soekarno yang satu ini terlibat didalam Sumpah Pemuda, ia dilahirkan di Cepu, Blora, Jawa Tengah, Pada Tanggal 7 Januari 1905.


Ayahnya bernama Kartodikromo yang berprofesi sebagai seorang lurah di Cepu. diumur 8 tahun ia mulai bersekolah di Inlandsche School der Tweede Klasse (ISTK).


Empat tahun kemudian ia meneruskan pendidikanya ke ELS di Bojonegoro, sekolah ini dikhususkan untuk para ornag Eropa, sedangkan untuk pribumi hanya orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi saja.


Disini ia mengenal Notodiharjo yang menjadi gurunya dalam bidang agama sehingga membuatnya sangat terobsesi dengan pemikiran islam moderat.


Setalah lulus dari sana, tepatnya pada tahun 1923 ia melanjutkan pendidikanya di Perguruan Tinggi Kedokteran Nederland Indische Artsen School, disini lah ia mengenal H.O.S Cokroaminoto dan indekos dirumahnya.


Hubungan Kartosoewirjo dengan Cokroaminoto terjalin sangat baik, selain menjadi murid ia juga dijadikan sekretaris primadi Tjokroaminoto, pada saat itu juga ia menjalin hubungan pertemanan dengan Soekarno, Muso dan lain-lain.


10. Johannes Leimena


Johannes Leimena lahir di Ambon Maluku pada tanggal 6 Maret 1905, dia adalah seorang tokoh Sumpah Pemuda dan menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.


Johannes Leimena pindah ke Batavia untuk melanjutkan studinya di ELS, tetapi hanya berselang beberapa bulan saja, kemudian ia pindah ke Sekolah menengah Paul Krugerschool.


Setelah lulus ia melanjutkan sekolahnya ke MULO Kristen dan berlanjut ke STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen) yang sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


11. Mohammad Roem


Mohammad Roem lahir pada tanggal 16 Mei 1908 di Parakan Temanggung, Jawa Tengah, ayahnya bernama Dzulkarnaen Djojosasmito dan ibunya bernama Siti Tarbijah.


Saat Parakan dilanda wabah penyakit Kolera, ia beserta orang tuanya pindah ke  Pekalongan. Pada tahun 1915 ia bersekolah di Volksschool selama 2 tahun dan dilanjutkan di Hollandse Inlandsche School sampai tahun 1924.


Ditahun yang sama ia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di  STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), tiga tahun berlalu ia berhasil melewati ujuan tahap pendahuluan, kemudian dikirim ke Algemene Middelbare School dan berhasil lulus pada tahun 1930.


Ia sempat ditolak tes masuk Perguruan Tinggi Kedokteran, dan akhirnya malah masuk ke Rechtshoogeschool te Batavia(Sekolah Tinggi Hukum) pada tahun 1932 dan berhasil lulus pada tahun 1939 dengan gelar Meester in de Rechten(Sarjana Hukum).


12. A.K Gani


A.K. Gani atau Adnan Kapau Gani lahir di Palembayan, Sumatra Barat, pada tanggal 16 September 1905. Ayahnya bekerja sebahai seorang guru. 


Pertama kali ia menyelesaikan pendidikan dasar di Bukittinggi pada tahun 1923, lalu ia pundah ke Batavia dan masik sekolah menengah mengambil jurusan Kedokteran.


Setelah lulus Gani melanjutkan sekolah di STOVIA Batavia, namun 4 tahun kemudian sekolah ini tutup dan memaksanya pindah ke AMS(Setingkat SMA) sampai lulus tahun 1928, kemudian ia melanjukan ke GHS(Geneeskundige Hoge School) sekolah tinggi kedokteran di Batavia sampai lulus tahun 1940.


13 Kasman Singodimedjo


Kasman Lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada tanggal 25 Februari 1904, dia anak sulung dari tujuh bersaudara. ayahnya berprofesi sebagai pegawai negeri yang berdinas di Bali serta Lampung Tengah.


Kasman pernah bersekolah di Sekolah Dasar Kristen di Batavia bersama adik perempuan nya. tidak ada informasi banyak mengenai Kasman, hanya ini yang dapat kami sampaikan.


Itulah 13 Tokoh Sumpah Pemuda beserta biografinya yang dapat kami sampaikan, semoga Bermanfaat dan membantu tugas anda, mohon maaf jika ada kekurangan nya.